KSAD Andika Prakasa Digadang-gadang Bakal Menjadi Calon Tunggal Panglima TNI

Berita terkini- KSAD Jenderal Andika Prakasa tampaknya semakin dekat dengan jabatan tertinggi Tentara Nasional Indonesia yaitu Panglima. Namanya kembali banyak diperbincangkan sebagai pengganti tunggal Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Pengajuan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI menyisakan tanda tanya soal Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) selanjutnya. Lantas siapa jenderal pengganti Andika di TNI AD? Letjen Dudung disebut-sebut sebagai calon kuat.

Melihat perjalanan karir Jenderal Andika di dunia militer memang sangat mengesankan. Telah banyak jabatan penting diembannya hingga menjadi KSAD sekarang ini. Meskipun masih terbilang muda untuk menjadi Panglima, namun Presiden Jokowi telah memilih dirinya sebgaai calon tunggal lewat surat presiden.

KSAD Andika Jadi Panglima TNI?

Jika Jenderal Andika akan diangkat enjadi Panglima TNI yang baru, maka akan ada kekosongan jaatan di KSAD. Pada saat ini ada sejumlah nama yang mengisi pos jabatan jenderal bintang tiga di TNI AD. KSAD pengganti Andika Perkasa ada kemungkinan berasal dari nama-nama jenderal bintang tiga itu.

Perihal KSAD pengganti Jenderal Andika ini, Mensesneg Pratikno belum bisa memberikan penjelasan. Pratikno mengatakan hal itu bakal dibahas setelah pergantian Panglima TNI. Skema Panglima TNI dan KSAD baru sebelumnya sempat disampaikan oleh anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon.

Effendi mengatakan Jenderal Andika bakal menjadi Panglima TNI dan posisi KSAD Jenderal Andika disebutnya akan diisi Letjen Dudung Abdurachman, yang kini menjabat Pangkostrad. Jenderal Andika Perkasa merupakan Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak November 2018.

Perjalanan Kariri Jenderal Andika Prakasa

Jenderal Andika yang merupakan lulusan Akmil tahun 1987 tersebut mengawali karir di Grup 2/Para Komando Kopassus. Dia juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus. Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964, itu juga pernah berkarir di BAIS.

Sementara pada tahun 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah beberapa kali pindah tugas, ia kemudian dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya pada 2011. Lewat jabatan ini, Andika memperoleh kenaikan pangkat menjadi kolonel.

Selanjutnya pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat brigadir jenderal (brigjen).

Berselang hanya 11 bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Menantu eks Kepala BIN Hendropriyono ini pun mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (mayjen).

Kemudian sekitar dua tahun menjadi Danpaspampres, Andika kemudian dipromosikan menjadi Pangdam XII/Tanjungpura pada Mei 2016. Karir Andika terus menanjak hingga pada 2018, Andika tiga kali mendapat promosi. Pada awal 2018, ia diangkat menjadi Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD.

Pada Juli, Andika kembali mendapat promosi. Ia diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto, yang pensiun. Baru lima bulan menjabat Pangkostrad, Andika kini menjabat pimpinan tertinggi TNI AD.